Website Resmi Habib Segaf Baharun

Pahala Berlipat Ganda, Bisakah?

Sedekah merupakan pekerjaan yang disunnahkan kecuali jika sedekah wajib, maka itu adalah zakat. Dan sebagaimana kita ketahui juga bahwasanya setiap amal ibadah jika sinergi dengan aturan Nabi, maka akan berlipat ganda pahalanya dan akan berlipat ganda khasiatnya yaitu dengan menerapkan adab dan sopan santun bersedekah, yaitu sebagai berikut:

1. Bersedekah karena Allah SWT dan bukan dengan tujuan yang lainnya. Baik itu riya’, ingin didengar orang, ingin dipuji, dan lain sebgainya. Sebagaimana Nabi bersabda:

عن عمر بن الخطاب رضي الله عنه قال: سمعت رسول اللَّه صلى الله عليه وسلم يقول: إنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى. (رواه البخاري)

Sesungguhnya setiap amal tergantung kepada niatnya, dan setiap orang itu tergantung kepada niatnya. (Muttafaq alaih)

2. Hendaknya sedekah dilaksanakan dari harta yang halal dan usaha yang halal, karena sesungguhnya Allah SWT Maha baik dan tidak menerima kecuali dari perkara-perkara yang baik. Sebagaimana firman Allah SWT :

يَـٰأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ أَنفِقُواْ مِن طَيِّبَـٰتِ مَا كَسَبتُم وَمِمَّا أَخرَجنَا لَكُم مِّنَ ٱلأَرضِ‌ۖ وَلَا تَيَمَّمُواْ ٱلخَبِيثَ مِنهُ تُنفِقُونَ وَلَستُم بِـأَخِذِيهِ إِلَّا أَن تُغمِضُواْ فِيهِ‌ۚ وَٱعلَمُواْ أَنَّ ٱللَّهَ غَنِىٌّ حَمِيدٌ (البقرة: ٢٦٧)

Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah SWT) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah SWT Maha Kaya lagi Maha Terpuji. (Q.S. Al-Baqoroh: 267)

3. Hendaknya bersedekah dengan sebaik-baik harta dan dari bagian harta yang paling disukainya, sebagaimana firman Allah SWT :

لَن تَنَالُواْ ٱلبِرَّ حَتَّىٰ تُنفِقُواْ مِمَّا تُحِبُّونَ‌ۚ وَمَا تُنفِقُواْ مِن شَىءٍ فَإِنَّ ٱللَّهَ بِهِۦ عَلِيمٌ۬ (٩٢)

“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah SWT mengetahuinya.” (Q.S. Ali Imron: 92)

4. Jangan merasa banyak apa yang telah disedekahkannya dan tidak menganggap sedikit di sisi Allah SWT apa yang telah disedekahkannya. Sebagaimana Allah SWT berfirman:

وَلَا تَمنُن تَستَكثِرُ (المدثر: ٦)

“Dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak.” (Q.S. Al-Muddatssir: 6)

5. Menghindari segala perkara yang dapat membatalkan pahala sedekah seperti mengingat-ingat, menghitung-hitung atau diiringi dengan gangguan dan menyakiti si penerima. Sebagaimana Allah SWT bersabda:

يَـٰأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تُبطِلُواْ صَدَقَـٰتِكُم بِٱلمَنِّ وَٱلأَذَىٰ كَٱلَّذِى يُنفِقُ مَالَهُ ۥ رِئَاءَ ٱلنَّاسِ وَلَا يُؤمِنُ بِٱللَّهِ وَٱليَومِ ٱلأَخِرِ‌ۖ فَمَثَلُهُ ۥ كَمَثَلِ صَفوَانٍ عَلَيهِ تُرَابٌ فَأَصَابَهُ ۥ وَابِلٌ فَتَرَكَهُ ۥ صَلدًا‌ۖ لَّا يَقدِرُونَ عَلَىٰ شَىءٍ مِّمَّا كَسَبُواْ‌ۗ وَٱللَّهُ لَا يَهدِى ٱلقَومَ ٱلكَـٰفِرِينَ (البقرة: ٢٦٤)

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah SWT dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah SWT tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.” (Q.S. Al-Baqoroh: 264)

6. Bersedekah dengan diam-diam dan tidak menampakkannya kecuali jika ada maslahat. Yang demikian itu sesuai dengan firman Allah SWT :

إِن تُبدُواْ ٱلصَّدَقَـٰتِ فَنِعِمَّا هِىَ‌ۖ وَإِن تُخفُوهَا وَتُؤتُوهَا ٱلفُقَرَاءَ فَهُوَ خَيرٌ لَّكُم‌ۚ وَيُكَفِّرُ عَنكُم مِّن سَيِّـأَتِكُم‌ۗ وَٱللَّهُ بِمَا تَعمَلُونَ خَبِيرٌ (البقرة: ٢٧١)

Jika kamu menampakkan sedekah(mu)[172], maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya[173] dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah SWT akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah SWT mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Q.S. Al-Baqoroh: 271)

7. Memberi sedekah dengan wajah ceria yang dihiasi dengan senyuman serta jiwa yang menyenangkan kepadanya dengan menganggap hal itu bukan sebuah pemberian, akan tetapi justru menganggap hal itu sebagai sebab dengan adanya fakir yang masih ada yang mau menerima, semoga Allah SWT merahmatinya di dunia dan di akhirat. Sebagaimana Nabi bersabda:

عن جرير بن عبد الله قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: إِذَا أَتَاكُم مُصَدِّقٌ فَليَصدُر وَهُوَ عَنكُم رَاضٍ. (رواه مسلم)

“Jika datang kepada kalian seseorang yang menerima sedekahmu, maka hendaknya jadikan dia berpaling darimu dan dia ridho kepadamu.” (H.R. Muslim)

8. Bersedekah dalam keadaan sehat, karena lebih besar pahalanya ketimbang sedekah di saat sakit serta memberikannya kepada yang membutuhkan, terutama kepada kerabat yang membutuhkannya. Karena dengan memberikannya kepada kerabat, berarti bersedekah sekaligus menyambung silaturrahmi. Sebagaimana Allah SWT berfirman:

وَأَنفِقُواْ مِن مَّا رَزَقنَـٰكُم مِّن قَبلِ أَن يَأتِىَ أَحَدَكُمُ ٱلمَوتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَولَا أَخَّرتَنِى إِلَىٰ أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُن مِّنَ ٱلصَّـٰلِحِينَ (المنافقون: ١٠)

“Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?” (Q.S. Al-Munafiqun:10)

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Radio Streaming

Buku Karya Al Habib Segaf Baharun,M.H.I

JADWAL STREAMING

UMROH 2018

Video Ceramah

Audio Ceramah

KONTAK KAMI :

Archives