Website Resmi Habib Segaf Baharun

Kisah Seorang Budak Sholeh

Suatu kisah merupakan salah satu sebab Allah merahmati seseorang bertaubat karena dosanya dengan memberinya petunjuk untuk bertaubat, meninggalkan kelalaiannya dan meningkatkan ibadahnya serta mengokohkan hatinya dengan kisah yang dikisahkan kepadanya. Maka dengan kita menyimak kisah-kisah para orang sholeh, maka akan timbul semangat dan kuat hasrat untuk meneladani mereka. Termasuk terkait dengan maqom muroqobah ini, yaitu sebagai berikut:

Dikisahkan, bahwasanya Mubarok adalah seorang budak sahaya tapi dia merupakan seorang yang sholeh dan bertaqwa. Pekerjaannya adalah sebagai penjaga dari sebuah kebun milik salah satu orang terkaya di Baghdad. Dia tinggal bersama tuannya dan bekerja kepadanya kurang lebih 20 tahun lamanya.

Sehingga suatu hari datanglah ke kebun tersebut pemiliknya bersama teman-temannya. Dia memerintahkan budaknya (Mubarok) supaya mengambilkan buah-buahan untuk mereka santap. Maka tatkala sudah dihadirkan buah-buahan tersebut yang diambilnya daripada pohonnya, ternyata buah-buahan yang diambilnya terasa kecut. Maka tuannya memerintahkan Mubarok untuk mengambil buah-buahan yang lainnya. Lalu Mubarok berangkat mengambil kembali buah-buahan lainnya seperti yang dipernyahkan tuannya yang kemudian disuguhkan kepada mereka, akan tetapi masih saja buah-buahan tersebut terasa kecut, tidak seperti yang diharapkan oleh tuannya. Maka diperintahkan Mubarok guna mengambil buah yang manis untuk ketiga kalinya.

Dan tatkala Mubarok mengambil buah-buahan yang diperintahkan tuannya untuk ketiga kalinya sama saja rasanya, maka kemudian tuannya memanggil Mubarok dan dia berkata, “Apakah kamu ingin mempermalukan aku di depan tamu-tamuku sehingga engkau bawakan buah-buahan yang kecut? Apakah kamu tidak bisa membedakan antara buah yang manis dengan yang kecut padahal kamu telah bekerja dalam kebunku ini selama 20 tahun lamanya?”

Maka kemudian dijawab oleh Mubarok, “Maaf tuan… walaupun aku bekerja di kebunmu dan menjaganya selama 20 tahun, akan tetapi aku tidak pernah mencicipinya karena engkau tidak memerintahkan aku untuk mencicipi satu buah pun.” Maka dia terpaku mendengar jawaban daripada Mubarok.

Sehingga esok harinya dia mencari-cari tahu kepada tetangga dan orang yang dekat kepadanya tentang perangai dan perilakunya, maka semuanya memujinya dan mengatakan, ”Mubarok adalah seorang yang beriman, bertaqwa dan seorang yang wara’.”

Kemudian keesokan harinya dia datang dan dia bertanya kepada Mubarok, “Mubarok… aku mempunyai seorang anak perempuan. Aku sangat mencintainya dan banyak orang yang meminangnya. Maka bagaimana pendapatmu? Kepada siapa aku kawinkan dia?” Maka Mubarok menjawab, “Sesungguhnya orang-orang ajam mengawinkan putrinya dengan dasar ketampanan, sedangkan orang Arab mengawinkan putri-putrinya dengan dasar nasab. Sementara kaum muslimin mengawinkan putri-putrinya berdasarkan kepada agama. Maka pilihlah untuknya seperti yang engkau kehendaki daripada tiga kategori itu.” Maka si tuan terdiam sejenak dan berkata, “Aku akan mengawinkannya dengan dasar agama dan aku memintamu untuk mengawininya.”

Begitulah… sehingga Mubarok menikahi putri daripada tuannya. Dan karena kesalehan Mubarok dan istrinya, maka Allah SWT mengaruniainya seorang anak yang bernama Abdullah bin Mubarok yang terkenal dengan keilmuan haditsnya, yang dikatakan dia seorang yang paling kaya di Baghdad tapi juga paling alim di kota itu.

Dan di antara manaqibnya, dia telah melaksanakan 1.000 kali haji untuk Nabi Muhammad. Dimana dia menghabiskan waktunyasatu tahun dia melaksanakan haji dan tahun berikutnya melaksanakan jihad fi sabilillah.

Yang demikian itu diperoleh oleh Mubarok, yaitu seorang anak yang selalu mengirimkan pahala jariyah untuk orangtuanya dan dia mendapatkan kebahagiaan dengan mengawini putri daripada tuannya tidak lain karena dia selalu berada didalam maqom muroqobah. Dimana selama 20 tahun dia tidak pernah mencicipi walaupun satu buah di kebunnya.

Padahal pekerjaan sepertinya hampir dikatakan mereka sudah menyentuh atau memakan walaupun satu buah. Inilah diantara buah dan faedah daripada maqom muroqobah yang membawa kebahagiaan bagi pelakunya di dunia maupun di akhirat.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Radio Streaming

Buku Karya Al Habib Segaf Baharun,M.H.I

JADWAL STREAMING

UMROH 2018

Video Ceramah

Audio Ceramah

KONTAK KAMI :

Archives