Website Resmi Habib Segaf Baharun

MENIKAHLAH! – Faedah dari Sunnah Nabi

Menikahlah, karna didalam pernikahan tersebut terdapat faedah-faedah yang sangat berharga yang tidak mungkin didapatkan seseorang kecuali dengan menikah.

Faedah dari menikah sangatlah banyak, akan tetapi mari kita kutip 5 faedah dari nikah seperti yang disebutkan oleh Al-Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya’nya:

Faedah pertama adalah dengan pernikahan kita akan mendapatkan keturunan, yang mana di dalam kita mendapatkan anak itu ada empat hal yang bernilai ibadah:

  1. Untuk meneruskan kelangsungan hidup jenis manusia di muka bumi ini dan itu adalah perintah Allah SWT seperti dalam hadits Rasullullah SAW,

تَنَاكَحُوْا تَنَاسَلُوْا (رواه أحمد)

Kawinlah kalian supaya kalian berketurunan.(H.R. Ahmad)

  1. Untuk mendapatkan cinta Rasulullah SAW dengan kita memperbanyak umatnya yang mana beliau bangga dengan hal itu. Sebagaimana Rasulullah SAWbersabda:

“تَنَاكَحُوْا تَكْثُرُوْا فَإِنِّي أُبَاهِيْ بِكُمُ الأُمَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى بِالسِّقْطِ (رواه أحمد)

Kawinlah kalian sehingga kalian akan banyak karena sesungguhnya aku akan membanggakan kalian kepada umat yang lain pada hari kiamat, walaupun dengan bayi yang gugur.(H.R. Ahmad)

  1. Mengharapkan doa anak itu kelak untuk kedua orang tuanya,

إِذَا مَاتَ ابْنُ آدَمْ اِنْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثٍ … [فذكر] وَوَلَدٌ صَالِحٌ يَدْعُوْا لَهُ (متفق عليه)

Jika anak adam meninggal maka putuslah amalnya kecuali tiga hal, di antaranya anak soleh yang selalu mendo’akannya.
(Muttafaq ‘alaih)

Berkata sebagian ulama, “Walaupun anak itu tidak soleh akan bermanfaat doanya untuk orang tua­nya”.

  1. Mengharapkan syafa’at anak itu jika meninggal sebelum baligh, sebagaimana dalam hadits disebutkan:

عَن أَبِي هُرَيرَة رَضِيَ الله عَنْهُ قَال، قَال النَّبِيُّ I إِنَّ الأَطْفَالَ يَجْتَمِعُوْنَ فِيْ مَوْقِفِ الْقِيَامَةِ عِنْدَ عَرْضِ فَلاَئِقِ لِلْحِسَابِ قِيْلَ لَهُمْ اُدْخُلُوْا الْجَنَّةَ فَيَقُوْلُوْنَ حَتَّى يَدْخُلَ آبَاءَنَا فَيُقَالُ اُدْخُلُوْا الْجَنَّةَ أُمَّهَاتِكُمْ وَآبَاءَكُمْ (إحياء علوم الدين)

Dari Abi Hurairah Ra:Rasulullah SAW bersabda, “Jika hari kiamat tiba tatkala orang-orang sedang dihisab, maka berkumpullah anak-anak yang meninggal sebelum baligh maka dikatakanlah kepada mereka, masuklah kalian ke dalam surga maka mereka mengatakan kami tidak akan masuk surga sehingga orang tua kami juga masuk surga ,maka dikatakan kepada mereka, masuklah kalian beserta orang tua kalian ke dalam surga.”(Ihya’ Ulumuddin)

Faedah kedua: dengan pernikahan tersebut kita dapat membentengi diri kita dari godaan setan dan hawa nafsu, sehingga kita dapat menjaga kemaluan dan kedua mata kita dari hal-hal yang diharamkan oleh Allah Subhanahu Wata’ala. Sebagaimana sabda Rasu­lullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam:

مَنْ نَكَحَ فَقَدْ أَخْرَزَ شَطْرَ دِيْنِهِ فَلْيَتَّقِ الله فِي الشَّطْرِ الثَّانِيْ (إحياء علوم الدين)

Barangsiapa yang sudah melaksanakan perkawinan maka dia telah membentengi setengah agamanya, maka bertaqwalah kepada Allah dari separuh lainnya.(Ihya’ Ulumuddin)

Faedah ketiga: dengan pernikahan tersebut kita akan mendapatkan kesenangan dengan istri, yang mana jiwa itu jika beristirahat dengan melakukan kesenangan sewaktu-waktu maka nanti akan menimbulkan semangat dan kekuatan dalam jiwanya untuk melaksanakan ibadah. Oleh karenanya Allah SWT berfirman:

لِتَسْكُنُوْا إِلَيْهَا (الروم الآية : 21)

Supaya kamu dapat ketenangan di sampingnya. (Q.S. Ar Ruum:21)

Berkata Imam Ali Karromallahu Wajhah, “Senangkanlah hati ini sesaat karena jika dia dipaksakan maka akan menjadi buta”.

Bahkan Rasulullah SAW sendiri menerangkan bahwa istri itu adalah hal yang paling menyenangkan dan merehatkan. Sebagaimana beliau bersabda:

عَن أَنَسٍ رَضِيَ الله عَنْهُ عَنِ النَّبِي I قَالَ “حُبِّبَ إِلَيَّ مِنْ دُنْيَاكُمْ ثَلاَثٌ الطِّيْبُ وَالنِّسَاءُ وَجُعِلَتْ قُرَّةَ عَيْنِيْ فِي الصَّلاَةِ (رواه النسائي والحاكم)

Dari Anas Ra, Rasulullah Saw bersabda:Disenangkan kepadaku dari dunia kalian tiga hal, wewangian, perempuan dan pelipur lara adalah sholat.

Faedah keempat. dengan perkawinan tersebut kita dapat menfokuskan diri untuk beribadah karena istri yang nantinya akan mengurusi kebersihan rumah, memasak, menyapu dan lain-lain dari tugas rumah, yang mana itu adalah sifat dari istri yang solehah. Coba bayangkan jika kita hidup tanpa istri, pasti akan banyak waktu yang tersita untuk tugas-tugas tersebut. Oleh karena itu Abu Sulaiman Addaroni Rohimahullah mengatakan, “Istri yang solehah bukan termasuk dari dunia yang melalaikan, karena dia akan menfokuskan waktu kamu hanya untuk ibadah.

Faedah kelima: dengan perkawinan tersebut kita dapat menggandakan nilai pahala kita, dengan mencari nafkah untuk istri dan keluarga, bersabar dengan akhlak mereka yang kurang baik, bersabar di dalam mendidik anak kelak, yang mana itu semua mengandung pahala yang sangat besar. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu’ Alaihi Wasallam,

عَن سَعدِ بنِ أَبِي وَقّاص رَضِيَ الله عَنْهُ قَال: قَال رسولُ الله I مَا أنفَقَه الرَّجُل عَلَى أَهْلِهِ فَهُوَ صَدَقَةٌ وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيُؤْجَرُ فِي اللُّقْمَةِ يَرْفَعُهَا إِلَى فِيِّ امْرَأَتِهِ (متفق عليه)

Dari Sa’ad bin Abi Waqash Ra berkata, Rasulullah Saw bersabda: “Apa yang dinafkahkan seseorang terhadap istrinya adalah sodaqah, dan bahwasannya seseorang akan diberi pahala dari setiap suapan yang masuk ke dalam mulut istrinya”. (Muttafaq ‘alaih)

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Radio Streaming

Buku Karya Al Habib Segaf Baharun,M.H.I

JADWAL STREAMING

UMROH 2018

Video Ceramah

Audio Ceramah

KONTAK KAMI :

Archives