Website Resmi Habib Segaf Baharun

Bahaya Menikah !!??

Perlu kiranya disebutkan di sini sisi bahayanya menikah, tapi bukan supaya orang tidak menikah, melainkan agar mereka waspada dengan bahaya menikah sehingga mereka akan waspada dan menjauhi bahaya-bahaya tersebut.

Diterangkan oleh Imam Al-Ghazali bahwa ada tiga bahaya dari menikah:

Yang pertama: bahaya dari perkawinan ditakutkan sang suami tidak dapat menghidupi istrinya dengan harta yang halal, sehingga dia menghalalkan segala cara un­tuk mendapatkannya. Dan hal itu akan menjadi sebab kehancurannya kelak di hari kiamat, sebagaimana sabda Rasulullah SAW

قَالَ رَسولُ الله I “إِنَّ الْعَبْدَ لَيُوْقَفُ عِنْدَ الْمِيْزَانِ وَلَهُ مِنَ الْحَسَنَاتِ أَمْثَال الْجِبَال فَيُسْأَلُ عَن رِعَايَةِ عَائِلَتِهِ وَالْقِيَامِ بِهِم وَعَنْ مَالِهِ مِن أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَ أَنْفَقَهُ حَتَّى يَستَغرِق بِتِلكَ الْمُطَالَبَات كُلُّ أَعمَاله فَلاَ تَبقَى لَه حَسَنةٌ فَتُنَادي الْمَلاَئِكة هَذَا الَّذِي أَكَلَ عِيَالُهُ حَسَنَاتِهِ فِي الدُّنْيَا وَارْتُهِن اليَومَ بِأَعمَالِه (إحياء علوم الدين)

Adalah sesesorang hamba yang akan diberdirikan di mizan (timbangan Allah) dan dia mempunyai kebaikan yang sangat banyak seperti pegunungan, maka ditanyalah dia tentang bagaimana mendidik keluarganya, dan apakah dia sudah benar-benar telah melaksanakan hak mereka, tentang hartanya dari mana dia dapatkan dan untuk apa dia infakkan sehingga habis kebaikannya dengan tuntutan-tuntutan tersebut dan tidak tersisa satu kebaikan pun karenanya. Ma­ka para malaikatpun mengatakan inilah orang yang dimakan kebaikannya oleh keluarganya di dunia dan sekarang amal baiknyapun digadaikan.(Ihya’ Ulumiddin)

 

Bahaya kedua: dari pernikahan mungkin saja dia tidak melaksanakan hak-hak anak dan istrinya, dan tidak sabar di dalam mengurusi mereka dan dari akhlak mereka yang kurang baik sehingga itu semua akan menjadi sebab kehancurannya di akhirat. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW,

قَالَ رَسُولُ الله I “كَفَى بِالْمَرْءِ إِثْمًا أَنْ يُضَيِّعَ مَن يَعُوْل” (رواه أبو داود والنسائي)

Cukup bagi seseorang untuk menjadi pendosa dengan menyia-nyiakan keluarganya.H.R. Abu Daud-Nasa’i)

 

Bahaya ketiga: dari perkawinan adalah bahwa istri serta anaknya akan melupakan dan melalaikannya dari Allah Subhanahu Wata’ala, dia disibukkan hanya untuk mencari dunia sebanyak-banyaknya, mencari kemewahan dan kedudukan sehingga dia lupa kewajibannya kepada Allah Subhanahu Wata’ala, dan semua hal yang menyebabkan seseorang lupa dari tuhannya, adalah tercela.

Inilah sebagian bahaya dari pernikahan, akan tetapi perlu diketahui bahwa bahaya dari tidak kawin lebih banyak, oleh karenanya melaksanakan perkawi­nan itu lebih baik bagi seseorang daripada membujang supaya dia selamat dari bahaya yang disebutkan di atas dan supaya mendapatkan fadilah dari perkawinan yang dijanjikan oleh Allah SWT.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Radio Streaming

Buku Karya Al Habib Segaf Baharun,M.H.I

JADWAL STREAMING

UMROH 2018

Video Ceramah

Audio Ceramah

KONTAK KAMI :

Archives