Website Resmi Habib Segaf Baharun

Anak didik Nabi SAW

Keyakinan merupakan sebuah landasan dari sebuah perbuatan. Kesuksesan didalam menggapai tujuan maupun didalam berbuat suatu perbuatan tergantung kepada keyakinannya. Tambah sempurna keyakinan seseorang, maka bertambah sempurna pula kesuksesan dia dalam berbuat maupun didalam meraih suatu tujuan.
Ketika seseorang sudah kuat keimanan dan keyakinannya, maka tidak ada lagi tempat didalam hatinya selain untuk Allah . Sehingga dia akan selalu menjunjung tinggi semua perintah dan larangan-Nya, serta tidak akan menggubris apapun yang akan dilakukan makhluk kepadanya, baik itu cercaan, celaan, maupun yang lainnya. Cobalah belajar kepada anak didik Nabi Muhammad SAW yang bernama Hubaib bin Zaid ketika dia ditangkap oleh Musailamah Al-Kadzzab lalu dia disiksa dan dipaksa untuk mengatakan bahwasanya Musailamah adalah Nabi setelah Nabi Muhammad . Maka dengan sadar diri, dengan tanpa rasa takut sama sekali ketika ditanya, “Apakah kamu mengakui bahwasanya aku adalah Nabi-Nya?” Dia berkata, “Aku tidak mendengar apa yang kau ucapkan.” Tapi ketika ditanya, “Apakah Nabi Muhammad adalah seorang Nabi?” Dia menjawab, “Iya, Muhammad adalah seorang Nabi.” Dia menjawabnya dengan tegas dan tangkas. Tapi saat dia bertanya lagi, “Apakah aku adalah Nabi-Nya?” Maka lagi-lagi dia menjawab, “Aku tidak mendengar apa yang kau ucapkan.” Padahal setiap kali dia bertanya, setiap kali itulah dia memotong organ tubuhnya mulai dari telinga, tangan, serta kakinya, tapi semua itu tidak menyurutkannya dan tidak memundurkannya daripada apa yang diyakininya dan tidak memalingkannya segala hal yang menyakitkan badannya karena jiwanya sudah merasa tenang dan merasa yakin kepada janji Allah SWT .

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Radio Streaming

Buku Karya Al Habib Segaf Baharun,M.H.I

JADWAL STREAMING

UMROH 2018

Video Ceramah

Audio Ceramah

KONTAK KAMI :

Archives