Website Resmi Habib Segaf Baharun

Mengapa Mati Su’ul Khotimah?

Ada beberapa sebab, yang mana jika seseorang melakukannya, ditakutkan meninggal dalam keadaan su’ul khotimah, yaitu sebagai berikut :
Yang pertama, rusaknya akidah.Yang demikian itu disebabkan karena kurangnya ilmu dan bergaul dengan lingkungan yang tidak baik. Sehingga tatkala akidahnya yang terkait dengan keimanan dan akidahnya rusak, maka dia akan salah jalan.Dan jika dia terus menerus dalam keadaan itu, maka ditakutkan dia meninggal dalam keadaan su’ul khotimah.
Yang kedua, dia terlalu maruk dan cinta kepada dunia, padahal dunia itu adalah sesuatu yang pasti dan tidak ada suatu kepastian yang lebih pasti daripada dunia yang telah Allah tentukan untuk seseorang. Karena Allah sudah menjaminnya dan telah menentukannya sejak kita berada di dalam kandungan seorang ibu selama 120 hari, dari mulai lahir sampai meninggal dunia. Sehingga sesuatu yang pasti, seharusnya tidak untuk dicintai, akan tetapi dijemput, dicari dan digunakan sesuai dengan perintah Allah l dan tidak melanggar batasan-Nya. Dan jika maruk dan cinta kepada dunia, ditakutkan dia termasuk yang meninggal dalam keadaan su’ul khotimah, karena semua pikirannya diisi dengan cinta kepada dunia, sehingga tidak ada tempat untuk berharap atas rahmat dan cinta kepada Allah l.
Yang ketiga, menyimpang dari istiqomah. Tidak ada yang lebih baik untuk seseorang terkait dengan akhiratnya melebihi dari istiqomah. Bahkan para ulama’ mengatakan:

                                                                                                                               الإِسْتِقَامَةُ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ كَرَامَةٍ

“Istiqomah itu lebih baik daripada seribu karomah.”
Yang demikian itu, dikarenakan istiqomah itulah yang dijadikan patokan dan barometer bagi Allah l untuk memberikan anugerah-Nya kepada hamba-Nya. Walaupun seseorang melaksanakan seribu rakaat sekalipun, tetapi tidak istiqomah, maka tidak akan memantik ridho Allah dan anugerah-Nya. Begitu pula amaliyah-amaliyah lainnya.
Dan walaupun seseorang beramal dengan amaliyah yang sedikit, tetapi dia istiqomah, maka hal itu akan membuka pintu dan jalan Allah memberikan anugerah kepada-Nya. Sebagaimana Allah l berfirman di dalam Al-Qur’an :

                                                                                                     وَأَنْ لَوِ اسْتَقَامُوا عَلَى الطَّرِيْقَةِ لَأَسْقَيْنَاهُمْ مَاءً غَدَقًا

“Dan bahwasanya: jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezki yang banyak).” (Al-Jin : 16)
Dan Nabi y bersabda :

                                                                                                                                   خَيْرُ الْعَمَلِ مَا قَلَّ وَ دَامَ

“Sebaik-baik amal itu adalah yang sedikit, akan tetapi terus-menerus (istiqomah).” (HR. Bukhori)
Yang keempat, terus menerus melakukan kemaksiatan tanpa bertaubat. Sebagaimana disebutkan di dalam perkataan Salafunassholih :

                                                                                                                                        الْمَعْصِيَةُ بَرِيْدُ الْكُفْر.

“Maksiat itu adalah sebuah pos menuju kekufuran.”
Dengan kata lain, jika seseorang selalu melakukan kemaksiatan dan terus menerus di dalamnya, apalagi jika dosa yang dilakukan adalah termasuk dosa yang besar, maka ia juga ditakutkan akan dicabut nyawanya dalam keadaan itu sehingga dia meninggal dalam keadaan su’ul khotimah.
Sebagaimana dikatakan oleh Imam Ibnu Katsir a, “Sesungguhnya dosa-dosa, maksiat, dan pelampiasan hawa nafsu dapat menipu pelakunya dan memperdaya saat kematiaannya tiba. Dikarenakan seseorang yang terbiasa melakukan kemaksiatan, pelampiasan hawa nafsu dan terjerumus ke dalam dosa, hal itu akan selalu terngiang-ngiang di dalam pikirannya. Dan akan membawanya pada saat-saat akhir umurnya untuk mengingat kepada dosa-dosa dan syahwatnya tersebut, sehingga dia meninggal dalam keadaan seperti itu, yang berarti meninggal dalam keadaan su’ul khotimah.”
Wal ‘iyadzu billah.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Radio Streaming

Buku Karya Al Habib Segaf Baharun,M.H.I

JADWAL STREAMING

UMROH 2018

Video Ceramah

Audio Ceramah

KONTAK KAMI :

Archives