Website Resmi Habib Segaf Baharun

Antara Ulama’ dan Umaro’

Diantara sifat-sifat orang yang sholeh, dia tidak berusaha untuk mendekat kepada para pejabat, baik pejabat tingkatan tinggi maupun pejabat biasa. Karena umumnya para pejabat memiliki berbagai kepentingan, baik kembali kepada dirinya secara khusus, atau kembali kepada partai yang mendukungnya atau golongannya. Padahal semua hal yang terkait dengan politik biasanya bertentangan dengan agama, sehingga bisa jadi tatkala seseorang mendekat kepada para pejabat, ia akan terbelenggu dengan kebaikannya dan dia tidak bisa melepaskan diri dari belenggu tersebut tatkala pejabat itu melakukan kezhaliman, maka takutnya dia akan terjerumus ke dalam kesalahan dengan mengakui kezhalimannya berupa suatu kebenaran, mendiamkan kezhalimannya atau bahkan membenarkannya. Dengan demikian, maka dia termasuk seorang yang berdosa karenanya.

Oleh karena itu diantara sifat orang sholeh, dia berusaha untuk tidak mendekat kepada para pejabat. Andaikata dia mendekat kepada para pejabat, maksud dan tujuannya adalah amar ma’ruf dan nahi munkar,serta untuk kebaikan dankemaslahatan bagi umat.

Anjuran Mendekati Para Pejabat untuk Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar

Memang ada dalam beberapa hadits yang menganjurkan untuk mendekat kepada para pejabat, akan tetapi bagi mereka yang mampu untuk mengendalikan dirinya dan mampu untuk melaksanakan tugasnya sebagai seorang alim atau seorang yang sholeh, yang bisa menasehati mereka atau setidaknya membuat pejabat tersebut segan kepadanya tatkala dia akan membuat kezhaliman. Yang demikian itu berdasarkan kepada para sahabat Nabi dan juga para tabi’in yang berkumpul dengan para pejabat dan menerima hadiah mereka, akan tetapi mereka tidak keluar daripada fungsinya untukamar ma’ruf dan nahi munkar. Jadi sebenarnya, antara para ulama’ dan para umaro’ itu tidaklah dapat dipisahkan. Dan seharusnya mereka berjalan, bergandengan bersam-sama, akan tetapi sesuai dengan fungsi masing-masing karena merekalah yang dimaksudkan dalam firman Allah lyang berbunyi :

أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ)النساء : 59(

“Ta’atilah Allah dan ta’atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu.” (An-Nisa’ : 59)

Maka yang dimaksud dengan ulil amri disini adalahpara ulama’ dan para umaro’, sehingga seharusnya mereka bersatu-padu berjalan bersama-sama, akan tetapi sesuai dengan standar fungsi masing-masing, tidak saling menguntungkan diri mereka. Yang demikian itu juga berdasarkan beberapa hadits berikut ini :

عَنْ مُعَاذَ بنِ جَبَل رَضِيَ اللهُ عَنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ الله صلّى الله علَيه و سلَّم:خَمْسٌ مَنْ فَعَل وَاحِدَةً مِنْهُنَّ كَانَ ضَامِنًا عَلَى الله: مَنْ عَادَ مَرِيضاً، أَوْ خَرَجَ مَعَ جَنَازَةٍ، أو خَرَجَ غَازِياً، أو دَخَلَ عَلَى إِمَامِهِ يُرِيدُ تَعْزِيْرَه وَتَوْقِيْرَه، أَوْ قَعَدَ في بَيتِهِ فَسَلِمَ النَّاسُ مِنهُ وسَلِمَ مِنَ النَّاس)رواه أحمد و الطبراني(

“Ada lima hal yang jika salah satunya dilakukan, maka dia akan mendapat jaminan di sisi Allah:

  1. Orang yang menyambangi orang sakit;
  2. Orang yang mengantar jenazah;
  3. Orang yang keluar untuk jihad fi sabiilillah;
  4. Orang yang datang kepada seorang imam (yaitu pejabat)dengan tujuan untuk memuliakannya dan membantunya sesuai dengan agamadan
  5. Orang yang tinggal di rumahnya, dan tidak keluar kepada manusia, sehingga semua orang selamat darinya, dan dia selamat dari mereka.” (HR. Ahmad dan At-Thabrani)

عَنْ كَعْبِ بْنِ عَجِزَةَ ، قَالَ : قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَأُعِيذُكَ بِاللَّهِ يَا كَعْبَ بْنَ عَجزةَ مِنْ أُمَرَاءَ يَكُونُونَ مِنْ بَعْدِي ، فَمَنْ غَشِيَ أَبْوَابَهُمْ فَصَدَّقَهُمْ فِي كَذِبِهِمْ وَأَعَانَهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ ، فَلَيْسَ مِنِّي وَلَسْتُ مِنْهُ وَلَا يَرِدُ عَلَيَّ الْحَوْضَ ، وَمَنْ غَشِيَ أَبْوَابَهُمْ أَوْ لَمْ يَغْشَ                                          فَلَمْ يُصَدِّقْهُمْ فِي كَذِبِهِمْ وَلَمْ يُعِنْهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ فَهُوَ مِنِّي وَأَنَا مِنْهُ وَسَيَرِدُ عَلَيَّ الْحَوْضَ)رواه الترميذي

“Dari Ka’ab Bin Ajizah a, dia berkata, “Telah bersabda kepadaku Rasulullah y, “Wahai Ka’ab!Aku ingatkan kamu terhadap para umaro’ yang akan datang setelahku! Barang siapa yang datang ke pintu-pintu rumah mereka, lalu membenarkan mereka di dalam kebohongannya, bahkan membantu mereka terhadap kezhalimannya, maka dia bukanlah termasuk dari golonganku, dan aku bukan termasuk dari golongannya, serta dia tidak akan menghampiri telagaku. Dan barang siapa yang tidak masuk, atau masuk ke pintu-pintu rumah mereka, tetapi tidak membenarakan kebohongan mereka, dan tidak menolong kezhaliman mereka, maka dia termasuk golonganku dan aku termasuk golongannya, serta dia akan menghampiriku kelak di dalam telagaku.” (HR. Tirmidzi)

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ الله : مَنْ وَلِيَ مِنْكُمْ عَمَلاً فَأَرَادَ اللهُ بِهِ خَيراً جَعَلَ لَهُ وَزِيْراً صَالِحاً إِنْ نَسِيَ ذَكَّرَهُ وَ إِنْ ذَكَرَ أَعَانَه)رواه النسائي(

“Dari Sayyidah ‘Aisyah s, dia berkata: Rasulullah ybersabda, “Barang siapa diangkat di antara kalian untuk menjadi seorang pejabat di mana Allah lmenginginkannya dengan kebaikan, maka Allah akan mempersiapkan untuknya seorang menteri sholeh yang jika dia lupa, dia akan mengingatkannya. Dan jika dia sedang ingat kepada Allah, maka dia akan membantunya.” (HR. An-Nasa’i)

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Radio Streaming

Buku Karya Al Habib Segaf Baharun,M.H.I

JADWAL STREAMING

UMROH 2018

Video Ceramah

Audio Ceramah

KONTAK KAMI :

Archives