Website Resmi Habib Segaf Baharun

Hapus Harapanmu pada Selain Allah!

Dari Hakîm bin Hizâm Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah. Dan mulailah dari orang yang menjadi tanggunganmu. Dan sebaik-sebaik sedekah adalah yang dikeluarkan dari orang yang tidak membutuhkannya. Barangsiapa menjaga kehormatan dirinya maka Allâh akan menjaganya dan barangsiapa yang merasa cukup maka Allâh akan memberikan kecukupan kepadanya”

Di antara ciri-ciri orang sholeh, dia tidak pernah berharap agar orang lain memberi hadiah kepadanya.Dan juga jika dia memberikan hadiah pada orang lain, dia tidak berharap orang itu akan membalasnya.Yang demikian itu dikarenakan seorang yang sholeh sangatlah mengingat kepada haditsNabi  beliau bersabda:

(لْيَدُ الْعُلْيَا خَيْرٌ مِنَ الْيَدِ السُّفْلَى (رواه مسلم

“Tangan yang di atas (pemberi) itu lebih baik daripada tangan yang di bawah (penerima pemberian.)” (HR.  Muslim)

Orang sholeh sangat mengerti dan sangat yakin bahwa rizqi Allah tidak kemana-mana, sehingga dia tidak berharap kepada manusia, dan hanya berharap kepada Allah  yang sudah menanggung rizqinya. Memang benar, saling memberi hadiah merupakan sebab-sebab kuatnya keimanan seseorang yang seharusnya kita lakukan, akan tetapi jangan sampai kita memberikan hadiah denganharapan akan dibalas dengan pemberian berupa hadiah lainnya.Begitu pula sampai berharap orang lain untuk memberi hadiah kepada kita, karena didalam menerima hadiah seseorang pasti ada beban moral yang harus ditanggungnya, karena dia telah menerima jasa dari seseorang yang suatu saat nanti harus dibalasnya.

Dan jika seorang yang sholeh itu diberikan hadiah, maka dia membalasnya dengan hadiah berbentuk lain.Sementara jika dia tidak mendapatkan sesuatu untuk dihadiahkan sebagai balasannya, maka dia mendoakan dengan doa :

جَزَاكُمُ اللهُ خَيْر جَزَاءٍ

“Semoga Allah membalas dengan balasan yang terbaik.”

Dan perlu diketahui, tidak mengharapkan hadiah maupun tidak mengharapkan balasan dari hadiah yang diberikan bukanlah merupakan buruk sangka, karena maksud dari ciri ini adalah supaya tidak tampak dan memang tidak tampak pada dirinya kerakusan terhadap apa yang ada ditangan orang  Apalagi Nabi  telah bersabda:

إِزْهَدْ بِمَا فِي أَيْدِي النَّاس, يُحِبُّكَ النَّاس. (رواه أحمد)

“Hendaknya kalian zuhud dengan apa yang ada di tangan manusia, maka pasti mereka akan mencintaimu.” (HR. Ahmad)

Bahkan seharusnya jika kita mengetahui ada seseorang yang biasa membalas hadiah yang kita berikan, maka hendaknya berterus terang kepadanya bahwasanya“Pemberianku ini tidak pantas untuk dibalas, dan aku sudah bersumpah untuk tidak menerima balasan darimu.”

Dan yang demikian itu dilakukan supaya orang itu benar-benar mengetahui dan memastikan bahwasanya pemberiannya itu bukan dengan harapan adanya pemberian dari orang yang menerima hadiahnya, sehingga melepaskan beban orang tersebut dari jasa yang dia berikan.

Adapun saling memberi hadiah dan memberikan hadiah pada orang lain, memang itu adalah sesuatu yang dianjurkan dalam agama sebagaimana Nabi  bersabda:

لَنْ تُؤْمِنُوا حَتى تَحَابُّوا أَفَلاَ أَدُلُّكُم عَلَى شَيْءٍ إِنْ فَعَلْتُمُوْهُ تَحَابَبْتُمْ؟ قالوا بَلَى يَا رسولَ الله. قال: تَهَادُوا تَحَابُّوا. (رواه البخاري)

“Kalian tidak akan dianggap beriman, hingga kalian saling mencintai. Apakah kalian mau aku tunjukkan dengan suatu pekerjaan yang jika kalian melaksanakannya, kalian akan saling mencintai?” Mereka berkata, “Ya, wahai Nabi.” Maka Nabi y menjawab, “Hendaknya kalian saling memberikan hadiah, niscaya kalian akan saling mencintai.” (HR. Bukhori)

Dalam hadits lain,Nabi y bersabda:

اَلْهَدِيَّةُ تُذْهِبُ وَحْرَ الصَّدْر (رواه الترمذي)

“Sesungguhnya hadiah itu dapat menghilangkan kebencian dalam hati.” (HR. At-Tirmidzi)

Di dalam hadits lain juga, Nabi  bersabda:

تَهَادُوْا تَحَابُّوْا (رواه البخاري)

“Hendaknya kalian semua saling memberi hadiah, karena hadiah itu bisa menambah rasa cinta dalam hati.” (HR.Bukhori)

Apalagi mengharapkan hadiah dari saudara-saudara kita yang baru datang dari perjalanan, baik perjalanan haji atau umroh, begitu pula perjalanan lainnya.Karena yang demikian itu merupakan penghinaan terhadap diri sendiri, dan sifat yang terpuji dari seorang mu’min adalah sifat Qonaah, yaitu menerimadengan apa adanya dan tidak rakus.

Semoga kita semuanya termasuk yang suka memberi hadiah, akan tetapi tidak mengharap balasannya.Dan semoga kita saling mencintai sehingga kita termasuk orang-orang yang beriman.Aamiin Ya Mujiibassa’iliin…

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Radio Streaming

Buku Karya Al Habib Segaf Baharun,M.H.I

JADWAL STREAMING

UMROH 2018

Video Ceramah

Audio Ceramah

KONTAK KAMI :

Archives