Website Resmi Habib Segaf Baharun

Jadilah pribadi yang pemaaf dan tidak pendendam

Alangkah beruntungnya seseorang yang Allah SWT beri dia karuni berupa hati yang senantiasa memaafkan dan tidak pendendam. Dan diantara ciri-ciri dari orang sholeh adalah selalu memaafkan dan tidak membalas siapapun yang berlaku tidak baik kepadanya, baik dengan mengambil hartanya,meng-ghibahnya, atau melukai perasaan dan hatinya.

Nabi kita, Muhammad yadalah tauladan yang paling utama, dimana beliau dalam sejarah kehidupannya penuh dengan gangguan dan kejahatan dari umatnya. Diceritakan bahwasanya beliau pernah diludahi wajahnya, dicekek lehernya, dipukul badannya, diinjak kepalanya bahkan difitnah dengan propaganda, dan lain sebagainya. Akan tetapi, reaksi yang beliau tampakkan adalah kesabaran dan tidak membalas kejahatan mereka.

Dikisahkan bahwasanya Nabi ymempunyai seorang tetangga, yang mana ia adalah sejelek-jeleknya tetangga, yaitu ‘Ash Bin Wa’il.Dia setiap hari melumuri pintu Nabi ydengan kotoran manusia. Maka setiap kali ‘Ash Bin Wa’il melemparkan kotoran di pintunya, setiap kali itulah Nabi ymembersihkannya dan membuangnya di tempat sampah, seraya berkata, “Sebaik-baik tetangga adalah yang aku punya.” Maka ulama’ berkata bahwasanya Nabi yberkata demikian bukan untuk menghibur hatinya, akan tetapi beliau mengungkapkan kejadian yang sebenarnya dalam perkataannya tersebut. Karena berkat beliau tidak membalas tetangganya itu, maka yang beliau dapatkan adalah bertambah cinta Allah kepadanya serta ridho-Nya, dan bertambah pula pahala serta kedudukannya. Semua itu berkat sabarnya Nabi yterhadap gangguan tetangga tersebut, sehingga pantas kalau beliau mengatakan ‘Sebaik-baiknya tetangga adalah yang aku punya’, karena dia itu telah mengirimkan kebaikan untuknya di sisi Allah .

Berkata Ja’far Ash-Shodiq  “Seandainya aku menyesal karena tidak memaafkan seseorang yang berbuat kezhaliman padaku, itu lebih aku sukai dan aku cintai daripada aku menyesal karena tidak membalas perlakuan yang tidak baik dari seseorang kepadaku.”

Berkata Al-Madaini , “Sejelek-jelek balasan adalah balasan terhadap sebuah keburukan.”

Berkata At-Tamimi “Banyak sabar terhadap gangguan akan mengakibatkan cinta dikemudian hari.”

Diriwiyatkan bahwasanya, ada seseorang yang dihadapkan kepada sahabat Abdullah Bin Zubair ayang telah berbuat kesalahan. Maka dia meminta pecut kepada bawahannya untuk memberikan sanksi kepadanya, sehingga orang itu berkata, “Aku memohon kepadamu dengan Dzat, yang mana kamu nanti pada hari kiamat berada di depan-Nya lebih hina daripada aku saat ini berada di depanmu, tolong maafkan aku.” Kemudian sahabat Abdullah Bin Zubair turun dari kursinya dan dia menempelkan pipinya diatas tanah seraya berkata, “Sungguh aku telah memaafkan kamu.”

Sahabat Quraizhahaditanya oleh seseorang,“Siapakah manusia yang paling agung nilainya?” Maka dia menjawab,“Yang paling banyak memaafkan kesalahan.”

Diriwiyatkan bahwasanya ada seorang perempuan yang mencuri Al-Qur’an dan selimut milik Malik Bin Dinar. Kemudian perempuan itu diikutinya, dan dia berkata kepadanya, “Aku adalah Malik. Ambillah selimut itu, akan tetapi kembalikan kepadaku Al-Qur’anku, dan janganlah engkau takut kepadaku.”

Berkata Abu Said Al-Maqburi “Diantara kesempurnaan seseorang jika dia dapat memaafkan sebuah kesalahan dan tidak membalas sebuah kezhaliman, dan justru mengasihani pelakunyaserta memohon kepada Allah lsupaya mengampuni dosa-dosanya.”

Diceritakan bahwasanya Imam Malik pernah dicambuk oleh seorang penguasa serta dipukuli. Maka dia memaafkan pemukulnya tersebut pada awal pukulan dan awal pecutan. Begitu juga yang datang pada Imam Ahmad , ketika dia disiksa dan dipukul, maka dia memaafkannya seraya berkata, “Semoga tidak ada seseorang yang diazab karena aku.”

Berkata Ka’ab Bin Ahbar, “Barangsiapa yang sabar terhadap gangguan istrinya, maka Allah lakan memberikan pahala seperti yang Allah berikan kepada Nabi Ayyub pterhadap balanya.Dan barangsiapa yang bersabar dari gangguan suaminya, maka Allah akan memberikan pahala seperti yang Allah berikan kepada Asiyah Binti Muzahims.”

Kesimpulannya, hidup di dunia merupakan sebuah kesempatan untuk meraih ridho Allah. Sedangkan segala macam ketentuan di dunia tentunya dengan kehendak-Nya, yang mana tujuannya adalah kita, sasarannya adalah kita, yang maksud dari semua itu adalah untuk menambah derajat kita, pahala kita dan memberikan kita banyak sebab untuk meraih ridho-Nya.

Yang demikian itu tidaklah mungkin, kecuali dengan ujian dan cobaan yang Allah tentukan untuknya. Karena tidak ada suatu gerakan pun, kecuali dengan kehendak Allah . Sesungguhnya para manusia itu adalah seperti boneka yang digerakkan oleh pemiliknya, maka beruntung bagi mereka yang sabar atas segala ketentuan-Nya.

Semoga kita dan seluruh kaum muslimin termasuk yang bisa melewati segala macam ujian dan cobaan di dunia ini, guna menggapai kebahagiaan di akhirat nanti.Aamiin Ya Ahkamal Hakimiin…

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Radio Streaming

Buku Karya Al Habib Segaf Baharun,M.H.I

JADWAL STREAMING

UMROH 2018

Video Ceramah

Audio Ceramah

KONTAK KAMI :

Archives