Website Resmi Habib Segaf Baharun

Sifat Fanatik

   Fanatik terhadap sesuatu bukanlah sifat yang terpuji bahkan sifat tersebut akan menjadi pintu terbukanya untuk syatan menjerumuskan manusia, baik fanatik kepada madzhab maupun kepada orang-orang dan tokoh tertentu dan lain sebagainya karena sifat fanatik itu umumnya berlandaskan kepada hawa nafsu sehingga timbul rasa tidak suka, rasa iri dan dengki kepada lawan madzhab atau orang yang tidak sejalan dengan tokoh yang difanatikinya dan memandang mereka dengan pandangan yang menghinakan serta merendahkannya. Yang demikian itu termasuk daripada perkara-perkara yang banyak menjerumuskan dan membinasakan para manusia sehingga mereka menjadi seorang yang fasik. Dikarenakan benci dan memusuhi manusia serta menyibukkan diri dengan mencari-cari kesalahan atau menyebutkan kekurangannya adalah sebuah sifat yang  menjadi tabiat manusia dan termasuk daripada sifat yang tujuh. dan tatkala syaitan itu mengetahui hal itu, syaitan menjadikannya termasuk pintu utamanya untuk menjerumuskan manusia, sehingga dengan begitu dia akan  mudah menjerumuskannya ke dalam dosa dan noda. Ironisnya seorang manusia itu terkadang tatkala terbenam dalam dirinya sifat yang tidak terpuji itu, dia justru merasa gembira, merasa senang karena dia menyangka dia sudah melakukan sesuatu yang benar dengan agamanya, padahal sebenarnya dia sedang tertipu dan tipuan syaitan. Misalnya seseorang yang sangat fanatik kepada sayyidina Abu Bakar As-Siddiq akan tetapi dia sendiri suka makan harom, membebaskan lidahnya untuk berbicara dengan ucapan yang tidak ada artinya, bahkan menjurus kepada kebohongan dan juga melakukan banyak kerusakan dan dosa dan tidak meniru dan meneladani sayyidina Abu Bakar RA. dimana seumpama sayyidina Abu Bakar itu melihatnya dalam keadaan seperti itu maka dia akan mendapatkan sayyidina Abu Bakarlah yang pertama kali akan memusuhinya. Karena seharusnya jika seseorang mencintai sayyidina Abu Bakar RA dia harus mengikuti jalannya dan meneladani jejaknya terutama dalam menjaga mulutnya. Karena diantara manaqib sayyidina Abu Bakar As-Siddiq  dia adalah sahabat nabi yang paling menjaga lisannya sehingga diriwayatkan dia selalu meletakkan kerikil di dalam mulutnya agar supaya lidah itu tidak bebas dan mudah berbicara seenaknya. Bagaimana orang itu meneladani apa yang dilakukan oleh sayyidina Abu Bakar ? lalu apa arti dari fanatiknya terhadap sayyidina Abu Bakar Assiddiq RA?

Contoh lain seseorang yang cinta dan fanatik kepada Imam Ali Karromallohu wajhah akan tetapi dia tidak meniru serta meneladani jejak dan perilaku dari sayyidina Ali bin Abi Tholib dalam kezuhudannya kepada dunia. dimana diriwayatkan diantara manaqibnya, selama menjabat sebagai khalifah beliau memakai pakaian yang beliau beli dengan harga 3 dirham saja. Yaitu jika diuangkan sekarang berarti hanya Rp. 70.000 saja meliputi imamah atau kopyahnya, baju ataupun gamisnya serta pakaian yang lainnya, sementara orang itu memakai pakaian yang mentereng, menggunakan aksessoris yang mahal dan dia mengaku bahwasanya dia adalah pecinta sayyidina Ali karromallahu wajhah mungkin nanti pada hari kiamat pertama kali yang akan memusuhinya adalah sayyidina Ali karromallahu wajhah.

Contoh lainnya seorang yang fanatik dalam madzhab baik madzhab Imam Syafi’I, Imam Abu Hanifah, Imam Malik atau Imam Ahmad. Sehingga dengan landasan hawa nafsunya dia merasa bahwa madzhabnya saja yang benar sementara yang lain tidak benar. jadi fanatik semacam ini merupakan tipuan dan bisikan daripada syaitan.

Begitupula termasuk dalam ranah tersebut jika terdapat seorang murid yang bangga dengan gurunya dan menkoltuskannya hingga  merendahkan para guru dan ulama lainnya ini merupakan fanatik yang tidak terpuji alias tercela, andaikata seorang murid hanya membanggakan gurunya saja tanpa merendahkan yang lainnya, itu adalah sesuatu yang terpuji bahkan dianjurkan. Akan tetapi tatkala seseorang murid itu mengkoltuskan gurunya serta mengagungkan gurunya, dengan cara merendahkan guru-guru lainnya, maka inilah yang dimaksudkan dengan fanatik terhadap seorang tokoh yang semua itu berlandaskan kepada hawa nafsu dan bisikan syaitan. Sehingga akan timbul pada diri murid itu guna mengagungkan gurunya tersebut sebuah tindakan dosa dan tidak terpuji seperti merendahkan ulama lain, supaya gurunya tetap agung di mata orang lain dia bahkan berani untuk berbohong dalam mengagungkan gurunya itu. Semoga kita semuanya termasuk yang diselamatkan dari sifat fanatisme yang semacam ini Amin Ya Rabbal Alamin.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Radio Streaming

Buku Karya Al Habib Segaf Baharun,M.H.I

JADWAL STREAMING

UMROH 2018

Video Ceramah

Audio Ceramah

KONTAK KAMI :

Archives