Website Resmi Habib Segaf Baharun

Apa itu Tahnik?

   Kalimat tahnik berarti mengunyah kurma di dalam mulut seorang Nabi atau seorang wali atau seorang sholeh. Setelah lembut dan halus di ambil dengan tangan yang bersih, kemudian dimasukkan ke dalam mulut bayi yang baru dilahirkan itu. Dan tahnik ini merupakan sebuah pekerjaan sunnah yang diajarkan oleh Nabi S dan telah dilakukannya di masa hidupnya. Umumnya tahnik menggunakan buah kurma,  jika tidak ada atau tidak mendapatkan kurma untuk di tahnikkan, maka boleh menggantinya dengan sesuatu yang manis apapun bentuknya. Akan tetapi sesuatu yang manis secara natural tanpa olahan dan proses seperti madu, air tebu dan lain-lain lebih diutamakan dari pada sesuatu yang manis karena olahan atau proses yang bersumber dari api. Dan hadits yang menjadi dasar dari kesunnahan tahnik ini sangatlah banyak, tapi disini cukup disebutkan satu hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari, yaitu sbb

عَنْ هِشَام بن عُرْوَة ، عَنْ أسماء رضي الله عنها ، أنها حَمَلَتْ بِعَبْدِ الله بن الزُبَيْرِ بِمَكَّةَ ، قَالَتْ : فخَرَجْتُ وَأَنَا مُتِمٌّ ، فَأَتَيْتُ المَدِيْنَةَ ، فَنَزَلْتُ بِقُبَاءَ فَوَلَدْتُهُ بِقُبَاءَ ، ثُمَّ أَتَيْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم فَوَضَعْتُه فِي حِجْرِهِ ، فَدَعَا بِتَمْرَةٍ فَمَضَغَهَا ، ثُمَّ تفل فِي فِيْهِ ، فَكَانَ أَوَّلُ شَيْءٍ دَخَلَ جَوْفَهُ ، رِيْقُ رَسُوْلِ الله صلى الله عليه وسلم ، قالت: ثم حَنَّكَهُ بِتَمْرَةٍ ، ثُمَّ دَعَا لَهُ وَبَرَكَ عَلَيْهِ. وَكَانَ أَوَّلُ مَوْلُوْدٍ وُلِدَ فَي الِإسْلَامِ لِلْمُهَاجِرِيْنَ بِالمَدِيْنَةِ ، قَالَتْ: فَفَرِحُوْا بِهِ فَرْحًا شَدِيْدًا وَ ذَلِكَ أَنَّهُمْ قِيْلَ لَهُمْ: إِنَّ اليَهُوْدَ قَد سَحَرَتْكُمْ فَلَا يُوْلَدُ لَكُمْ.

Dari sahabat Asma’ d : Dia mengandung Abdullah bin Zubair di Makkah. Lalu dia rberkata, “Aku berangkat berhijrah dari Makkah ke Madinah dalam keadaan kandunganku sudah tua. Dan tatkala aku tiba di Madinah pada saat melewati Quba’, aku melahirkan di Quba’. Kemudian aku bawa anak yang baru aku lahirkan kepada Nabi S dan aku letakkan di atas pangkuannya. Maka kemudian  Nabi S meminta kurma kemudian dikunyahnya. Lalu diletakkan di dalam mulut bayi itu. Maka sesuatu yang pertama kali masuk ke dalam perut bayiku itu adalah ludahnya Nabi S dan kemudian Nabi S mentahniknya dengan kurma dan mendo’akannya dengan keberkahan. Dan adalah anakku Abdullah tersebut adalah anak yang pertama kali dilahirkan dalam islam bagi kaum muhajirin di Madinah, mereka sangat senang dengan kelahiran anakku tersebut. Karena telah tersebar isu bahwasanya orang-orang Yahudi telah membuat sihir kepada kaum muslimin supaya mandul dan tidak dilahirkan seorang anak pun untuk mereka.[1]

 

  • Faedah dari kesunnahan tahnik:

            Berkata Dr. Muhammad Ali Al-Barr. Dia salah satu anggota himpunan ulama’ pengembang ilmu-ilmu modern, bahwasanya ilmu modern dewasa ini telah menyatakanbeberapa manfaat-manfaat secara medis darikesunnahan tahnik bagi tubuh bayi yang baru dilahirkan. Dan dia memerincinya dengan argumen-argumen medisnya yang sangat lengkap dan mendetail. Di antaranya adalah dia berkata sebagai berikut, “Di dalam hadits yang diriwayatkan berkaitan dengan tahnik menggunakan buah kurma ataupun makanan yang manis agar supaya dilaksanakan kepada bayi yang baru dilahirkan, dan membawanya kepada orang-orang yang diketahui dengan kesholehan maupun keutamaan semisal para ulama’ dan orang-orang yang sholeh baik laki-laki maupun perempuan untuk mendapatkan keberkahan dari mereka, telah dinyatakan dalam sebuah penelitian dalam ilmu medis modern, kandungan hikmah yang sangat luar bisaa. Setelah empat belas abad berlalu, ternyata ilmu medis saat ini membuktikan bahwasanya setiap bayi yang dilahirkan rentan untuk meninggal dunia karena dua hal. Yang pertama, kurangnya kadar gula dalam darah bayi itu. Yang kedua, rendahnya suhu badan dari bayi yang baru dilahirkan dikarenakan adaptasi yang dibutuhkan dan diperlukan oleh bayi tersebut. Maka kadar gula dari seorang bayi yang baru dilahirkan adalah sangat rendah. Apalagi bobot dari pada bayi itu di bawah normal. Tambah kurang bobotnya, tambah rendah kadar gulanya. Dan jika misalnya kadar bobot bayi itu 2,5 Kg maka kadar gulanya itu sangat rendah. Bahkan lebih rendah dari pada 20 mg setiap 100 ml dari darahnya. Padahal umumnya bayi yang dilahirkan bobotnya adalah 2,5 kg. Sehingga akibatnya akan terjadi pada bayi, penurunan kadar gula yang signifikanyang akan menyebabkan beberapa indikasi-indikasi sebagai berikut:

  1. Anak itu akan menolak untuk menyusu kepada ibunya
  2. Akan melemah otot-otot yang ada dalam tubuhnya
  3. Akan menyebabkan bayi itu sulit untuk bernafas dan akan terjadi kontraksi pada badannya serta kejang-kejangdan itu akan membahayakannya.

Dan jika dibiarkan hal itu serta tidak cepat diatasi, maka akan terjadi hal-hal berikut ini:

  1. Akan lambat pertumbuhannya
  2. Akan mendapatkan gangguan saraf serta lemah otak karena sebab ketidak mampuan pengolahan otaknya
  3. Akan lambat cara berpikirnya
  4. Akan menyebabkan gangguan pendengaran, penglihatan ataupun keduanya
  5. Akan menyebabkan kejang-kejang yang berkesinambungan dan

Maka apabila indikasi-indikasi tsb diatas tidak segera ditanggulangi atau tidak ditangani oleh ahli medis akan menyebabkan kematian padahal obat untuk itu sangatlah sederhana dan mudah dilakukan yaitu dengan cara memberikan zat gula yang berbentuk glukosa melalui infus yang disalurkan langsung lewat mulut maupun pembuluh darah akan tetapi jika orang tua dari bayi yang baru dilahirkan melakukan tahnik pada anak tersebutsama halnya seperti melakukan proses tersebut diatas sebab kurma memiliki kandunhgan glukosa dengan jumlah yang banyak lebih-lebih setelah dilumatkan di mulut dan bercampur dengan air liur maka air liurnya akan mengandung sejumlah enzim (petialin) yang bisa merubah sukrosa (disakarida) menjadi gula sederhana yaitu glukosa.

Dan juga di antara hikmah dari pada tahnik itu, akan menguatkan otot-otot yang ada di sekitar mulut bayi yang baru dilahirkan dengan bergeraknya lidah bayi ketika mengunyah sesuatu yang ditahnikannya itu. Dengan demikian anak itu kemudian akan menjadi siap untuk menyusu kepada ibunya dan membantu untuk menguatkan pencernaannya serta melancarkan darahnya

Sedangkan cara tahnik  yang diajarkan oleh Nabi Muhammad S dengan cara memasukkan pada bayi itu sesuatu yang manis seperti kurma, madu dan lain-lain. Seteelah sebelumnya dikunyah sampai halus dalam mulut seorang alim,wali atau Sholih.

[1]HR. Bukhori

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Radio Streaming

Buku Karya Al Habib Segaf Baharun,M.H.I

JADWAL STREAMING

UMROH 2018

Video Ceramah

Audio Ceramah

KONTAK KAMI :

Archives