Website Resmi Habib Segaf Baharun

Suami yang sabar terhadap Istrinya

     Sabar terhadap orang lain, apalagi pada seorang istri ataupun anak-anaknya termasuk daripada ciri-ciri orang sholeh, yaitu ia selalu. Mereka menganggap bahwa perilaku tidak baik yang datang dari istri itu merupakan suatu bentuk gambaran dari perilakunya yang tidak baik kepada Tuhannya, sehingga dibalas dan dimisalkan oleh Allah ldengan perlakuan istrinya kepada dirinya. Maka hendaknya setiap orang memandang kepada kebaikan istrinya, bukan kepada gangguannya. Bagaimanapun seorang istri dengan sifat-sifat yang tidak baik pada dirinya, jika direnungkan dan dipikirkan masih lebih banyak kemanfaatannya daripada kemudharatannya.

Paling tidak seseorang melihat istrinya sebagai sebuah amanat dan titipan yang Allah berikan kepadanya, sebagaimana disebutkan dalam hadits:

أَدِّ الأمَانَةَ لِمَنِ ائْتَمَنَك وَلاَ تَخُنْ مَنْ خَانَك (رواه الترمذي)

“Laksanakan amanat kepada siapa yang memberikan amanat kepadamu, dan jangan sampai engkau mengkhianati orang yang mengkhianatimu.” (HR. At-Tirmidzi)

Begitu pula sebaliknya, seorang istri yang sholihah adalah seorang istri yang sabar terhadap perilaku suaminya. Karena memang setiap manusia kepada sesamanya merupakan sebuah ujian dan beban serta cobaan baginya, yang mana tujuan Allah menciptakannya adalah untuk mengangkat derajatnya, menambah pahalanya dan menghapus dosanya. Allah lberfirman dalam Al-Qur’an:

وَجَعَلْنَا بَعْضَكُمْ لِبَعْضٍ فِتْنَةً أَتَصْبِرُونَ وَكَانَ رَبُّكَ بَصِيراً (الفرقان:20)

“Dan kami jadikan sebahagian kamu cobaan bagi sebahagian yang lain. Maukah kamu bersabar?; dan adalah Tuhanmu maha Melihat” (QS. Al-Furqan : 20)

Apalagi memang seorang wanita merupakan makhluk yang Allah ciptakan dengan segala kekurangannya, sebagaimana hal itu dijelaskan oleh Nabi :

مَا رَأَيْتُ مِنْ نَاقِصَاتِ عَقْلٍ وَدِيْنٍ أَغْلَبُ عَلَى رِجَالِ أُمَّتِي مِنَ النَّسَاء (رواه البخاري)

“Aku tidak pernah melihat seseorang yang kurang akalnya juga agamanya, akan tetapi dapat menguasai para lelaki, daripada para wanita.” (HR. Al-Bukhori)

Jadi, seorang istri merupakan sebuah kesenangan dan kebahagiaan yang harus disyukuri dan bisa jadi merupakan sebuah cobaan dan ujian yang harus disabari.

Sebagaimana dikatakan oleh Imam Hasan Al-Bashri ,“Empat hal yang termasuk tanda-tandacelakanya seseorang.Yang pertama,banyak anak tapisedikit harta.Yang kedua, sedikit harta dan tidak memenuhi kebutuhannya. Yang ketiga, memiliki tetangga yang tidak baik. Danyang keempat,memiliki istri yang mengkhianati suaminya.”

Berkata Sufyan Ats-Tsauri,“Barang siapa yang telah mengawini seorang wanita, maka ia telah memasukkan dunia kedalam rumahnya.Dan barang siapa yang memasukkan dunia ke dalam rumahnya, maka berarti ia telah mengawini putri iblis.Dan barang siapa yang mengawini putri iblis, maka jangan salahkan jika iblis selalu datang ke rumahnya karena dia ingin menjenguk putrinya.Maka hendaklah kalian takut kepada perkawinan dan pernikahan.” (Yang demikian itu beliau katakan supaya kita sabar dalam menjalani kehidupan rumah tangga, bukan justru menjadikan rumah tangga sebagai ladang dosa kita.)

Berkata Imam Ali Bin Abi Thalib a,“Jika ada 5 hal pada seseorang, maka ia termasuk orang yang bahagia.Yang pertama, istrinya sesuai dengan harapannya.Yang kedua, anaknya merupakan anak-anak yang berbakti kepadanya.Yang ketiga, teman-temannya merupakan orang-orang yang bertakwa.Yang keempat, tetangganya adalah orang-orang yang sholeh.Dan yang kelima, jika ia mendapati rizqinya dikotanya.”

Dan diantara doa Nabi y:

اللَّهُمَّإنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِن صَاحِبِ الْغَفْلَة وَ مِنْ جَارِ سَوْءٍ وَ مِنْ زَوْجٍ يُؤْذِي (رواه البخاري)

“Aku berlindung kepada-Mu, Ya Allah, dari teman yang melalaikan, dari tetangga yang tidak baik, dan dari suami atau istri yang tukang mengganggu.” (HR. Bukhori)

Ketika istri Malik Bin Dinar meninggal dunia,maka ia tidak kawin lagi.Dan ketika ditanya akan hal itu, ia berkata,“Seandainya aku bisa menceraikan diriku,aku akan menceraikannya.” Yang demikian itu beliau katakan karena memang seorang istri adalah cobaan dan begitu pula hawa nafsu seorang manusia merupakan ujian dan cobaan baginya.

Berkata Ahmad Bin Harb, “Jika berkumpul pada seorang istri 6 hal, maka ia adalah seorang istri yang sholihah.Yang pertama, ia menjaga sholat lima waktunya.Yang kedua, ia taat kepada suaminya.Yang ketiga, ia selalu mencari ridho Tuhannya.Yang keempat, ia selalu menjaga lisannya dari berghibah dan mengadu domba.Yang kelima, ia seorang yang zuhud terhadap dunia.Dan yang keenam, ia selalu sabar terhadap musibahnya.”

Berkata Hatim Al-‘Ashom ,“Seorang istri yang sholihah merupakan tiang agama yang menghidupkan rumah tangga sertamembantu seseorang melaksanakan ketaatan kepada Tuhannya. Sebaliknya, seorang istri yang tholihah, iaselalu melukai perasaan suaminya, sementara ia merasa gembira dengan kelakuannya.”

Berkata sahabat Abdullah Bin Umar a, “Termasuk tanda-tanda seorang istri penghuni neraka adalah ia mengatakan kebaikan pada suaminya, jika suaminya datang kepadanya.Dan mengkhianatinya jika ia tidak berada didepannya.”

Berkata Syaqiq Al-Balkhi kepada istrinya, “Seandainya seluruh penduduk Balkhi, mereka semua bersamaku dan mendukungku, akan tetapi engkau memusuhiku, maka aku tidak bisa menjaga agamaku.” Dikatakan dalam riwayat ini bahwasanya salah satu daripada para Nabi mengadukan tentang istrinya yang tidak baik dan perilakunya yang buruk, maka Allah lmemberi wahyu kepadanya, “Sesungguhnya Aku jadikan yang demikian itu adalah sebagian daripada siksamu akibat kesalahanmu.” (Walaupun kesalahan dari para Nabi adalah termasuk daripada kebaikan.Kesalahan orang-orang yang sholeh merupakan sebuah keburukan bagi orang-orang yang tidak dekat kepada Allah.Seperti disebutkan dalam satu kaedah ‘Ketaatan orang-orang yang sholeh merupakan kesalahan bagi orang yang dekat kepada Allah.’)

Berkata Hatim Al-‘Ashom a,“Di antara tanda-tanda istri yang sholihah adalah ia selalu pasrah kepada Allah lkarena ketakwaannya, dan ia selalu qona’ah dengan apa yang selalu Allah berikan kepadanya, serta ia loman dengan apa yang dimilikinya.Dia menganggap ibadah yang terbaik adalah berbakti kepada suaminya dan ia selalu mempersiapkan diri untuk menghadapi kematiannya dengan cara yang terbaik.”

Kesimpulannya bahwasanya seorang istri merupakan ladang yang Allah sediakan untuk kita, maka terserah kita bagaimana kita menanam di ladang tersebut. Apakah kita jadikan sebagai ladang pahala atau ladang dosa.Jika kita sabar menghadapi istri yang tidak baik dan bersyukur kepada Allah ldengan keadaan tersebut, maka berarti istrinya itu merupakan ladang pahala bagi kita. Dan sebaliknya, jika ia tidak sabar dengan gangguannya (gangguan istri yang tidak baik), lalu mengganggu serta menyakiti istri yang baik, maka berarti dia telah menjadikan istrinya tersebut sebagai sebuah ladang dosa kita.

Semoga kita termasuk dari orang-orang yang menjadikannya sebagai ladang pahala-Nya, ladang ridho-Nya dan mendapatkan kematian dengan husnul khotimah.Aamiin YaaMu’thiyassa’iliin…

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Radio Streaming

Buku Karya Al Habib Segaf Baharun,M.H.I

JADWAL STREAMING

UMROH 2018

Video Ceramah

Audio Ceramah

KONTAK KAMI :

Archives