Website Resmi Habib Segaf Baharun

Mengenal lebih dekat Nabi Muhammad SAW

Mengenal lebih dekat Nabi Muhammad SAW

Beliau adalah nabi kita Muhammad Saw bin Abdullah bin Abdul Muthalib bin Hasyim bin Abdi Manaf bin Qushayi bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Luayy bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin Nadhar bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma’ad bin ‘Adnan dan selanjutnya bertemu garis keterunan beliau dengan Nabi Ismail as.

Adapun garis keturunan beliau dari sisi Ibunya adalah Muhammad bin Aminah binti Wahab bin Abdi Manaf bin Zuhrah bin Kilab. Dengan demikian, garis keturunan beliau dari sisi ayah dan ibu bertemu pada kakek beliau, Kilab.

Beliau dilahirkan pada hari senin, 12 Rabiul Awwal di Mekkah Al-Mukarramah  terlahir dalam keadaan yatim karna ayah beliau wafat saat beliau berada dalam kandungan ibunya.

Kita sekarang berada pada bulan Robiul Awal, bulan dilahirkan seorang manusia termulia, seorang manusia yang paling utama, seorang manusia yang paling baik budi pekertinya, dan seorang manusia yang paling dicintai oleh Allah di antara hamba-hambanya. Dialah junjungan kita Muhammad, dialah Nabi kita Muhammad, dan dialah satu-satunya yang mempunyai syafa’atul ‘uzhma pada hari kiamat.

Maka patut kita untuk senang gembira menyambut bulan kelahiranya sebagaimana hal itu dirasakan oleh kakek moyang kita serta para ulama salafunas sholeh terdahulu,  diriwayatkan jika para salafuna sholeh akan memasuki bulan Robiul Awal, maka mereka bersuka ria, senang gembira  hampir tiap hari pada bulan tersebut mereka membaca maulid, serta mereka mengisi waktu-waktunya dengan membaca kisah hidup sejarah dan akhlak Nabi Muhammad Saw untuk mereka merenungi, untuk mereka mempelajari, dan kemudian untuk mereka meneladani akhlak-akhlak beliau dalam keseharian mereka, sehingga berapa banyak di antara mereka setelah terlepas dari bulan Robiul Awal bertambah pesat kecintaan mereka kepada Nabi Muhammad Saw., serta bertambah keberkahan hidup dan harta, mereka mendapatkan arti dari kehidupan ini yang sebenarnya, dan semua itu karena bertambahnya cinta mereka kepada baginda Rasul Saw. yang berarti juga bertambahnya keimanan mereka kepada Allah Swt. Kecintaan kepada Nabi tidak mungkin terlepas dari keimanan seseorang kepada Allah, Artinya jika bertambah kecintaan kita kepada Nabi Muhammad Saw., maka bertambah pula tingkat keimanan kita kepada Allah Swt, sebagaimana sabda Nabi Muhammad Saw.:

«لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُوْنَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَ وَلَدِهِ وَ النَّاسِ أَجْمَعِيْنَ، فَقَالَ عُمَرُ: لأَنْتَ يَا رَسُوْلَ اللهِ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنَ النَّاسِ أَجّمَعِيْنَ إِلاَّ مِنْ نَفْسِيْ الَّتِيْ بَيْنَ جَنْبَيَّ. فَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ: لاَ يَا عُمَرُ، لَيْسَ هَكَذَا شَأْنُ الْمُؤْمِنِ، وَ اللهِ لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُوْنَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَ وَلَدِهِ وَ النَّاسِ أَجْمَعِيْنَ وَ مِنْ نَفْسٍ الَّتِيْ بَيْنَ جَنْبَيْهِ. فَسَكَتَ عُمَرُ وَ طَأْطَأَ رَأْسَهُ ثُمَّ قَالَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، لأَنْتَ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنَ النَّاسِ أَجْمَعِيْنَ وَ مِنْ نَفْسِيْ الَّتِيْ بَيْنَ جَنْبَيَّ. فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ: الآنَ يَا عُمَرُ، الآنَ يَا عُمَرُ». متفق عليه

Artinya : “Tidak beriman salah seorang dari kalian sehingga aku lebih dicintainya melebihi kedua orang tuanya, melebihi anak-anaknya, dan melebihi dari cintanya kepada semua manusia, maka berkata sahabat Umar: Ya Rasulullah, demi Allah aku mencintaimu melebihi dari semua orang kecuali nyawaku yang berada di antara dua bahuku. Maka Rasulullah menjawab: Wahai Umar bukan begitu seharusnya sifat dari seorang mukmin yang sejati. Demi Allah tidak beriman salah seorang dari kalian sehingga mendapatiku lebih dicintainya melebihi dari semua orang dan melebihi dari nyawanya yang ada di antara dua bahunya. Maka diamlah sahabat Umar dan tertunduklah kepalanya kemudian dia berkata: Ya Rasulullah, sekarang aku mendapatimu lebih aku cintai melebihi dari semua orang dan melebihi dari nyawaku sendiri, maka Rasulullah menjawab: Barulah sekarang sempurna keimananmu wahai Umar”.

Rasulallah SAW adalah paling sempurnanya manusia dimuka bumi ini.

jika dia beliau menjadi seorang ayah maka beliau adalah ayah yang paling penyayang

jika menjadi seorang suami maka beliau adalah seorang suami yang paling mengerti

 istrinya.

jika  beliau menjadi seorang kakek maka beliau adalah kakek yang menjadi kebanggaan

cucunya.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Radio Streaming

Buku Karya Al Habib Segaf Baharun,M.H.I

JADWAL STREAMING

UMROH 2018

Video Ceramah

Audio Ceramah

KONTAK KAMI :

Archives