Website Resmi Habib Segaf Baharun

Betapa Pentingnya Shalat

Sesungguhnya sholat adalah tiang agama dan paling tingginya rukun islam setelah mengucapkan dua syahadat. Posisi shalat dalam agama laksana kepala dari jasadnya yakni tidak akan ada kehidupan bagi seseorang yang tidak mempunyai kepala. Begitu juga orang yang tidak melaksanakan shalat, maka seakan-akan dia tidak hidup. Maka dari itu Allah memerintahkan hambanya yang beriman di dalam kitabnya dan mensifati mereka dengan firman Allah SWT yang berbunyi

حَٰفِظُوا۟ عَلَى ٱلصَّلَوَٰتِ وَٱلصَّلَوٰةِ ٱلْوُسْطَىٰ وَقُومُوا۟ لِلَّهِ قَٰنِتِينَ (البقرة : 238)

Peliharalah segala shalat (mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa. Berdirilah karena Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu’”

Shalat yang wajib kita lakukan dan dilarang bagi kita untuk meninggalkannya ada lima, yakni dhuhur, ashar, maghrib, isya’, shubuh. Tidak ada seorang muslim pun yang dibolehkan untuk meninggalkan sholat-sholat tersebut dalam keadaan apapun selama dia masih berakal, walaupun sudah tua ataupun sering mengalami sakit hingga puncak kemampuannya.

Dalam surat Al Baqarah diatas disebutkan shalat wusthaa. Yang dimaksud shalat wusthaa disini adalah shalat ashar sebagaimana diriwayatkan dalam hadist shohih. Allah mengkhususkan penyebutan untuk shalat tersebut untuk menambah keutamaan dan kemuliaan dari shalat ashar sebagaimana yang sudah masyhur dalam agama islam.

قال الله تعالى : مُنِيبِينَ إِلَيْهِ وَاتَّقُوهُ وَأَقِيمُوا الصَّلاَةَ وَلَا تَكُونُوا مِنَ الْمُشْرِكِينَ (الروم : 31)

“Dengan kembali bertaubat kepada-Nya dan bertakwalah kepada-Nya serta dirikanlah shalat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah”

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ (1) الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ (2) وَالَّذِينَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُونَ (3) وَالَّذِينَ هُمْ لِلزَّكَاةِ فَاعِلُونَ (4) وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ (5) إِلَّا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ (6) فَمَنِ ابْتَغَى وَرَاءَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْعَادُونَ (7) وَالَّذِينَ هُمْ لِأَمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ (8) وَالَّذِينَ هُمْ عَلَى صَلَوَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ (9) (المؤمنون :1-9)

“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam salatnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna, dan orang-orang yang menunaikan zakat, dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barang siapa yang mencari di balik itu, maka mereka itulah orangس-orang yang melampaui batas. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya, dan orang-orang yang memelihara salatnya”

Allah mengecualikan bagi orang yang shalat dengan berkeluh kesah, tidak sabar saat tertimpa cobaan dan tidak bersyukur saat mendapatkan kebaikan. Seakan akan Allah berkata kepada mereka sesungguhnya orang shalat secara haqiqi adalah bukan orang yang berkeluh kesah, tidak sabar dan tidak bersyukur. Karena sesungguhnya orang shalat yang sesuai dengan apa yang diperintahkan Allah dan rasul-Nya, maka shalatnya akan mencegahnya dari perbuatan-perbuatan yang tidak disukai oleh Allah SWT.

 

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Radio Streaming

Buku Karya Al Habib Segaf Baharun,M.H.I

JADWAL STREAMING

UMROH 2018

Video Ceramah

Audio Ceramah

KONTAK KAMI :

Archives