Website Resmi Habib Segaf Baharun

Mujahadah sebagai Jalan Kesuksesan

Kita sebagai manusia diciptakan dengan sifat yang standar, walaupun ada diantara mereka karena do’a guru atau orang tua yang mudah menjaganya yaitu yang dinamakan wahbiah. Akan tetapi banyak orang yang melalui mujahadah-mujahadah terlebih dahulu.

Proses itu jika diserahkan kepada orang yang ahli maka akan lebih mudah.

Sifat dari manusia itu awalmula rakus, sombong, iri, semua sifat tidak baik itu ada, maka jangan pernah berfikir bahwaanya wali itu tidak punya sifat tidak baik tersebut, akan tetapi mereka itu bisa melawannya, dan semua itu ada batasan-batasan dan level-levelnya.

Seseorang tiu harus bertahap, jangan langsung melewati level yang tinggi, harus diawali lvel terendah sampai menuju level yang tiggi.

Pencapaian itu adalah jika dilihat dari umumnya jumlah tersebut yang diraih dengan sebuah usaha dan jumlahnya itu lebih sedikit.seseorang jika sudah sukses didalam pencapaiannya itu akan merasa puas, sebagaimana yang dikatakan Hatim Al ‘Asham:

كبدت في صلاتي عشرين سنة و تنعمت في صلاتي عشرين سنة

من لم يجاهد لم يشاهد

Modal dari mujahadah itu adalah sifat sabar, Al Hubabah Khodijah Al Hinduan mencapai pencapaian seperti saat ini dengan adanya mujahadah selama 27 tahun menjadi seorang istri yang sholeha. Bahkan beliau mengorbankan waktunya, harta warisan dari ayahnya buat sang suami untuk menyebarkan da’wah islam.

Dengan ikhlas beliau menemani dan mendo’akan sang suami, bahkan ketika Abuya Al Habib Hasan Baharun mulai merintis pondok Dalwa ini Al Hubabah sendiri yang memasak makanan para santri.

Pernah suatu ketika abuya sangat membutuhkan dana dalam pembangunan pondok, dan Hubabah baru saja mendapatkan warisan beberapa perhiasan emas, demi da’wah sang suami beliau rela menjual perhiasan emas tersebut dan membeli gantinya daripada perhiasan palsu agar Abuya tidak curiga jika perhiasannya sudah tidak ada lagi.

Nah semua itu beliau lakukan, wajar saja kalau sekarang memetik hasilnya, hidup yang selalu dilomba-lombakan kebahagiaannya itu oleh sang anak karena tak mau tertinggal mendapatkan pahala yang banyak akibat membahagiakan orang tuanya apalagi sang ibu. Wajar juga apa yang beliau lakukan dimasa mudanya ketika sering membaca Al Qur’an dan mengkhatamkannya selama waktu tiga hari dan selalu berdo’a dan membaca Al Qur’an dihadapan maqbaroh para Aulya’.

Semua yang beliau petik hari ini tak lepas dengan mujahadah-mujahadah beliau dulu ketika masih muda dan sehat, semoga kita bisa mencontoh apa yng beliau lakuakan sehingga kita akan mendapatkan kenikmatan seperti beliau sekarang, amin.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Radio Streaming

Buku Karya Al Habib Segaf Baharun,M.H.I

JADWAL STREAMING

UMROH 2018

Video Ceramah

Audio Ceramah

KONTAK KAMI :

Archives