Website Resmi Habib Segaf Baharun

Adab Ketika Membaca Al-Qur’an | Dr. Habib Segaf Baharun, M.H.I.

Ketahuilah bahwasanya Al-Qur’an adalah syi’ar Islam dan syi’ar Allah SWT yang paling utama. Sementara Allah memerintahkan didalm Al-Qur’annya untuk selalu beradab dan bersopan santun kepada orang lain dan ketika berhadapan dengan symbol-simbol syari’at. Apalagi kepada Al-Qur’an yang merupkan syi’ar Allah yang paling utama. Maka dari itu, ada beberapa hal yang diperintahkan oleh syari’at untuk kita benar-benar menerapkan adab-adab ketika membaca dan berhadapan dengan Al-Qur’an, sehingga Al-Qur’an dapat memberikan kebaikan yang agung untuk kita, menuntun kita ke arah kemuliaan baik di dunia maupun di akhirat. Adapun perkara-perkara yang harus dilaksanakan ketika membaca Al-Qur’an adalah sebagai berikut:
1. Membacanya dalam keadaan suci. Maka seyogyanyalah seorang muslim membaca Al-Qur’an dalam keadaan suci, baik dari hadats kecil maupun hadats besar.
2. Memakai siwak. Disunnahkan sebelum kita membaca Al-Qur’an untuk memakai siwak, sebagaimana Nabi melakukannya.
3. Berwudhu sebelum membaca Al-Qur’an walaupun kita dalam keadaan suci sebelumnya, dengan begitu berarti kita melakukan tajdid al-wudhu’ (memperbarui wudhu).
4. Membaca isti’adzah sebelum membaca Al-Qur’an, yaitu membaca:
أَعُوذُ بِالله مِن الشَّيطَانِ الرَّجِيم
5. Membaca basmalah sebelum membaca Al-Qur’an, yaitu membaca:
بِسمِ الله الرَّحمَنِ الرَّحِيمِ
6. Berniat didalam membacanya untuk beribadah kepada-Nya dan mendekatkan diri kepada Allah dan bukan untuk maksud yang lainnya.
7. Ketika membacanya semata-mata untuk beribadah kepada Allah, menghindarkan diri dari sifat sum’ah (ingin didengar oleh orang lain bahwasanya dirinya senang membaca Al-Qur’an) dan riya’ (membacanya karena orang lain).
8. Membaca Al-Qur’an di tempat yang suci dan bersih.
9. Membaca Al-Qur’an dalam keadaan menghadap kiblat jika hal itu memungkinkan.
10. Membaca Al-Qur’an dalam keadaan khusyu’ dan tenang, serta diiringi dengan sakinah.
11. Berusaha ketika membacanya dengan tadabbur, yaitu memahami arti dari ayat-ayat tersebut dan berusaha menghadirkan keagungan Allah ketika membacanya. Bagi pemula akan lebih baik jika dia membaca Al-Qur’an yang terdapat terjemahan maupun tafsirnya, sehingga hal itu akan lebih memperkuat dan mempertebal keimanannya.
12. Membaca Al-Qur’an dengan tartil (sesuai dengan tajwidnya).
13. Membaca semua hurufnya sesuai dengan makhroj, harokat dan sifatnya. Dan tidak mengurangi apalagi merubah sedikitpun daripada huruf dan harokatnya, misalnya membaca Al-Qur’an dengan cepat karena hal itu dapat menghilangkan sebagian huruf maupun harokatnya karena tidak sempat terucap. Begitu pula tidak menambah harokat maupun hurufnya. Kesimpulannya, membacanya sesuai dengan tajwid dan makhrojnya.
14. Membacanya dengan suara yang baik, akan tetapi tidak memaksakan diri serta melagukannya.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Radio Streaming

Buku Karya Al Habib Segaf Baharun,M.H.I

JADWAL STREAMING

UMROH 2018

Video Ceramah

Audio Ceramah

KONTAK KAMI :

Archives