Website Resmi Habib Segaf Baharun

Inilah Kiat-Kiat Mendidik Anak Supaya Kelak Mereka Mendapatkan Maqom Muroqobah

Mendidik anak
Penting bagi orangtua untuk menanamkan maqom muroqobah dari semenjak dini dengan kita menanamkan di dalam hati mereka iman dengan nama-nama dan sifat-sifat daripada Allah SWT. Sebagaimana disebutkan pada kiat yang pertama tadi di atas. Dengan begitu, hal itu akan menempa dan membina keimanan dalam hatinya dan akan membuahkan maqom muroqobah pada diri anak tersebut. Sebagaimana didikan yang didapatkan oleh Al-Habib Abdullah Bin Husein Bin Thohir dan Habib Thohir Bin Husein Bin Thohir dari ibunya. Dimana diantara pendidikan yang ditanamkan oleh ibunya yang sholihah kepada keduanya adalah semenjak kecil keduanya tersebut ditanamkan pada hatinya maqomul muroqobah, yaitu suatu maqom yang menjadikan seorang hamba selalu merasa diawasi oleh Allah SWT dimanapun mereka berada. Dengan cara setiap kali mereka pulang dari sekolahnya atau madrasahnya tempat dia belajar, tentunya dia merasa lapar dan meminta kepada ibunya untuk makan. Tapi setiap kali itu juga ibunya mengatakan, “Jangan meminta kepadaku! Karena yang memberi makan bukanlah aku. Akan tetapi yang memberikan makan adalah Allah SWT. Dan mari kita lihat apakah Allah SWT akan memberikanmu rizqi setelah kau berdo’a atau tidak. Jika engkau tidak melanggar perintahku atau perintah Allah SWT, maka pasti Allah SWT akan memberikannya untukmu. Tapi jika engkau melanggar perintahku atau perintah Allah SWT, maka pasti Allah SWT tidak akan memberikan kamu rizqi karena dia murka kepadamu.” Maka diperintahlah keduanya untuk masuk ke dalam kamar yang memang digelapkan lampunya. Dan kalau memang diketahui oleh ibunya keduanya tidak melanggar perintahnya, maka diletakkan makanan di suatu tempat yang tersembunyi. Dan jika diketahui keduanya melanggar perintahnya, maka tidak diberikan makanan seperti biasanya diletakkan di tempat yang tersedia. Maka keduanya diperintahkan untuk masuk ke dalam kamar yang sudah disiapkan tersebut. Kemudian berdo’a kepada Allah SWT, “Ya Allah… Aku lapar… Aku ingin makan… maka berilah kami rizqi Ya Allah yang datang dari-Mu.” Kemudian dihidupkan lampunya, lalu ibunya mengatakan, “Coba buka dalam karung tersebut.” Ketika dibuka ternyata ada makanan yang memang sudah disiapkan oleh ibunya karena diketahui dia tidak melanggar. Maka ibunya mengatakan, “Berarti hari ini engkau diberi rizqi oleh Allah SWT yang menunjukkan bahwasanya Allah SWT ridho kepada kalian berdua karena kalian berdua tidak melanggar perintahku dan perintah-Nya.” Akan tetapi suatu saat ketika ibunya tersebut mengetahui keduanya atau salah satunya melanggar perintahnya, maka tidak diletakkan makanan di tempat yang tersedia. Sehingga kemudian ibunya mengatakan, “Ini karena Allah SWT murka kepadamu karena kalian berdua telah melanggar perintahnya. Maka beristighfarlah! Mintalah ampun kepada-Nya!” Dan diceritakan pula bahwasanya ibunya jika dia mendengar anaknya tersebut berkata dengan kata-kata yang keji dan jorok, maka dia panggil lalu disiwaki giginya sehingga menyebabkan giginya itu berdarah. Lalu diperintahkan ibunya untuk meludah. Sehingga air ludahnya itu bercampur dengan darah. Kemudian ibunya pun berkata, “Itulah hasil daripada ucapanmu. Ucapan yang kau katakan itu tidak lain adalah seperti darah yang kamu lihat itu.” Dengan demikian keduanya merasa takut untuk mengucapkannya kembali karena ngeri dengan warna darah itu. Maka demikianlah ibunya mendidiknya dari semenjak kecil. Sehingga pantas jika beliau selanjutnya menjadi rajanya wali pada zamannya.
Begitu pula cerita daripada seorang guru yang baik didalam mendidik anak didiknya, dimana dia memberikan kepada setiap anak didiknya satu ekor burung untuk disembelih ditempat yang tidak ada satu orang pun yang melihatnya. Maka semuanya melaksanakannya kecuali satu orang saja daripada muridnya. Maka ditanyakan oleh gurunya, “Kenapa engkau tidak melakukannya?” Maka dijawab oleh murid kesayangannya tersebut, “Sesungguhnya Allah SWT bersamaku. Dimanapun aku berada, Dia selalu melihatku. Lalu bagaimana aku akan melaksanakannya sementara Allah SWT selalu memandangku dan melihatku? Dan engkau telah memerintahkanku untuk menyembelih di tempat yang tidak terlihat oleh siapapun. Mohon maaf aku tidak bisa melakukannya.” Inilah salah satu contoh bagaimana pendidikan para guru yang menanamkan maqom muroqobah semenjak dini di dalam hati para santrinya.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Radio Streaming

Buku Karya Al Habib Segaf Baharun,M.H.I

JADWAL STREAMING

UMROH 2018

Video Ceramah

Audio Ceramah

KONTAK KAMI :

Archives